Thursday, 18 May 2017

Diskripsi Nilai-nilai Pancasila

Tags



Sebelum kita masuk lebih dalam ke Materi Menganalisis Nilai-Nilai Pancasila dalam Kerangka Praktik Penyelenggaraan Pemerintahan Negara kita akan membahas mengenai pengertian Nilai-nilai Pancasila.

Pancasila merupakan nilai-nilai yang digali dari kehidupan murni bangsa Indonesia yang kemudian dirumuskan menjadi ideologi bangsa yang diharapkan bisa menjadi acuan hidup dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Nilai-nilai yang tercakup dalam Pancasila selayaknya seperti emulsi yang lengkap, segala aspek kehidupan tertata dengan penuh kebijaksanaan. Dari semua sila dalam Pancasila terdapat nilai-nilai yang sangat menjunjung tinggi harkat kemanusiaan. Mencakup bagaimana hubungan sosial antar pribadi dan golongan, antara individu dengan kelompok. Penanaman tanggung jawab dan budi pekerti luhur serta penekanan yang utama adalah menjunjung tinggi nilai-nilai religius yang menjiwai setiap aspek kehidupan baik individu, kelompok sosial ataupun dalam kehidupan berbangsa serta sebagai bagian dari dunia. Dapat dikemukakan pula bahwa Pancasila adalah suatu pegangan atau pedoman bagi bangsa Indonesia yang merupakan dasar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah menyatukan bangsa Indonesia menjadi satu kesatuan yang utuh.

Menurut (C.S.T Kansil 2011:56) Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat dijelaskan sebagai berikut:


1.      Sila Ketuhanan Yang Maha Esa



Sila pertama Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung dua pengertian pokok, yaitu tentang Ketuhanan Yang Maha Esa. Ketuhanan berasal dari kata Tuhan, yaitu zat yang maha kuasa, yang menciptakan alam semesta. Oleh sebab itu, tidak satu pun yang dapat menyamai-Nya, Dia dzat yang Mahasempurna. Secara rinci nilai-nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa adalah:
a.       Adanya sikap percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.    Kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
c.      Mengembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama antarpemeluk beragama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
d.   Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
e.    Hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa sebagai hak asasi yang paling hakiki.
f.       Tiap-tiap penduduk mempunyai kebebasan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
g.      Tidak memaksakan agama dan kepercayaan kepada orang lain. `
h.      Tiap-tiap penduduk mempunyai kebebasan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing

2.      Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab




     Kemanusiaan  yang  adil  dan  beradab  mencerminkan  sifat  hakiki manusia sebagai  makhluk  sosial  (homo  socius).  Kemanusiaan  berasal  dari  kata manusia,  yang  merupakan  makhluk  ciptaan  Tuhan  Yang  Maha  Esa.  Adapun nilai-nilai  yang  terkandung  dalam  sila  kemanusiaan  yang  adil  dan  beradab adalah sebagai berikut:
a.                                a.       Mengakui  dan menghargai  manusia  sesuai  dengan  harkat  dan martabatnya sebagai                         makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
b.    Mengakui  persamaan  derajat,  persamaan  hak  dan  kewajiban  tanpa membeda-bedakan  agama  dan  kepercayaan,  suku,  ras,  keturunan,  adat, status sosial, warna kulit, jenis kelamin, dan lain sebagainya.
c.       Mengembangkan  sikap  saling  mencintai  sesama  manusia.
d.      Mengembangkan sikap tenggang rasa (tepo seliro).
e.       Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
f.       Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
g.      Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
h.      Berani membela kebenaran dan keadilan dengan penuh kejujuran.

 n.

3.      Sila Persatuan Indonesia


     Sila  Persatuan  Indonesia  terdiri  dari  dua  kata  yang  penting  yaitu  persatuan dan  Indonesia. Persatuan berasal  dari  kata  satu,  yang  berarti utuh,  tidak pecah-belah.  Sedangkan  persatuan  mengandung  pengertian  disatukannya berbagai  macam  corak  yang  beraneka  ragam  menjadi  satu  kesatuan. Dengan demikian,  secara  lebih  rinci    sila  Persatuan  Indonesia  mengandung nilai-nilai sebagai berikut:
a.  Dapat  menempatkan  persatuan,  kesatuan,  serta  kepentingan  dan keselamatan  bangsa  dan  negara  di  atas  kepentingan  pribadi  atau golongan.
b.    Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
c.    Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
d.   Mengembangkan  rasa  kebanggaan  berkebangsaan  dan  bertanah  air Indonesia.
e.  Memelihara  ketertiban  dunia  yang  berdasarkan  kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

4.      Sila  Kerakyatan  yang  Dipimpin  oleh  Hikmat  Kebijaksanaan  dalam
Permusyawaratan/Perwakilan


     Untuk  menjelaskan  sila  ini  ada beberapa  kata yang perlu  dipahami,  yaitu, hikmat kebijaksanaan, permusyawaratan, perwakilan, kerakyatan. Kerakyatan juga sering disebut kedaulatan rakyat. Hal ini berarti rakyatlah yang berkuasa, rakyatlah  yang  memerintah  atau  sering  disebut  dari  rakyat  oleh  rakyat dan untuk  rakyat. Hikmat  kebijaksanaan mempunyai  arti  suatu  sikap  yang dilandasi  penggunaan  akal  sehat  dan  selalu  mempertimbangkan  kepentingan persatuan dan kesatuan.   Permusyawaratan berarti suatu tata  cara  yang khas bagi  bangsa  Indonesia  untuk  merumuskan  atau  memutuskan  sesuatu berdasarkan  kehendak  rakyat  sehingga  tercapai  keputusan  berdasarkan mufakat. Perwakilan berarti  suatu  tata  cara  untuk  mengusahakan  ikut sertanya rakyat mengambil bagian dalam urusan Negara.   Adapun nilai-nilai yang  terkandung  dalam  Sila  Kerakyatan  Yang  Dipimpin Oleh  Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan adalah:
a.    Sebagai  warga  negara  dan  warga  masyarakat,  setiap  manusia  Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
b.      Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain
c.      Mengutamakan  musyawarah  dalam  mengambil  keputusan  untuk kepentingan bersama.
d.     Menghormati  dan  menjunjung  tinggi  setiap  keputusan  yang  dicapai dalam musyawarah.
e.  Dengan itikad baik dan rasa tanggungjawab menerima dan melaksanakan hasil putusan musyawarah.
f.     Dalam  musyawarah  diutamakan  kepentingan  bersama  di  atas kepentingan pribadi atau golongan.
g.      Musyawarah dilakukan  dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

5.      Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia


 Keadilan  sosial  adalah  keadaan  yang  berlaku  dalam  masyarakat  di  segala bidang kehidupan, baik material maupun spiritual. Artinya, keadilan itu tidak untuk golongan tertentu saja tetapi untuk seluruh masyarakat indonesia, tanpa membedakaan  kekayaan,  jabatan  maupun  suku  tertentu.  Secara  rinci  nilai-nilai yang terkandung dalam sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah:
a.      Mengembangkan  perbuatan  yang  luhur,  yang  mencerminkan  sikap  dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
b.      Mengembangkan  sikap  adil terhadap  sesama. 
c.       Menjaga  keseimbangan hak dan kewajiban.
d.      Menghormati hak orang lain.
e.       Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
f.       Tidak menggunakan hak milik perorangan untuk memeras orang lain.
g.    Tidak  menggunakan  hak  milik  untuk  hal-hal  yang  bersifat  pemborosan dan gaya hidup mewah.
h.   Tidak  menggunakan  hak  milik  untuk  hal-hal  yang  bertentangan  dengan atau merugikan kepentingan umum.
i.        Suka bekerja keras.
j.   Suka menghargai hasil karya orang lain  yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
k.    Suka  melakukan  kegiatan  dalam  rangka  mewujudkan  kemajuan  yang merata dan keadilan sosial.

Tujuan  yang  hendak  dicapai  dari  perumusan Pancasila  adalah  kualitas manusia Indonesia dan kualitas masyarakat Indonesia yang semakin maju dan berkembang.  Berdasarkan berbagai  pendapat  yang  telah  di  uraikan  di  atas dapat  disimpulkan  bahwa  internalisasi  nilai-nilai  Pancasila  itu  adalah memasukkan  nilai-nilai  yang  terkandung  dalam Pancasila  supaya  dapat dipahami  dan  dijalankan  sesuai  dengan  tujuan  dari  Pancasila  yaitu menjadikan  manusia  dan  amsyarakat  Indonesia  berkualitas  dan  dapat menjadikan Indonesia semakin maju dan berkembang.



EmoticonEmoticon